Flu Kini Makin Meresahkan


Flu kini tidak bisa lagi dianggap penyakit ringan, selain jenisnya makin beragam, ancamanyapun makin meresahkan. Flu burung pada tahun lalu yang menyebar hampir diseluruh Asia, hanya beberapa hari tujuh dari sembilan orang yang menderita flu burung meninggal dunia.

Penelitian lantas dilakukan kepada ayam hidup, pupuk kandang, tanah, organ ayam, itik, dan babi. Adanya interaksi fisik antara korban (manusia) dengan babi, sumber infeksi lain selain unggas merupakan perkembangan baru kasus flu burung di Dunia.

Sejarah yang memakan korban
Selama ini flu sering dianggap penyakit ringan, paling-paling dalam dua-tiga hari juga akan sembuh dengan sendiri. Padahal jika kita menyimak sejarahnya, sesungguhnya flu sudah sangat menghawatirkan.

Dimulai dari tragedi flu di Spanyol atau 'La Gripe' ditahun 1918 saat itu flu Spanyol yang disebabkan oleh strain virus H1N1 menjadi pandemi di dunia. Flu yang melanda Eropa, Amerika, dan Timur Tengah itu telah memakan korban jiwa tidak kurang 50 juta orang.

Pandemi yang tidak kalah ganas melanda dunia adalah flu Asia, dengan jenis virus H2N2 yang pertama kali ditemukan di Cina pada tahun 1957. Sebanyak 70.000 orang korban meninggal di Amerika.

Flu Hongkong, sesuai namanya ketika virus ini pertama kali ditemukan di Hongkong pada tahun 1968. Virus H3N3 ini menelan korban sebanyak 34.000 jiwa di Amerika. Selanjutnya flu Rusia dengan virus H1N1 (muncul kembali setelah hilang selama 70 tahun) untungnya flu ini tidak memakan korban jiwa.

Sepuluh tahun kemudian 1997 Hongkong kembali menjadi negara pertama ditemukanya virus influenza yang di transmisikan dari unggas ke manusia. Dari 18 penderita, 6 diantaranya meninggal dunia.

Dunia resah ketika tahun 2003 tiba-tiba muncul flu burung H5N1. Vietnam menjadi negara pertama yang diserang dengan tiga kasus yang semuanya meninggal dunia

Vaksin untuk Flu adalah daya tahan tubuh
Meski meresahkan, belum ada vaksin pencegahan yang efektif, karena virus influenza mudah berkembang dan berubah-rubah materi genetis sesuai lingkungan. Namun, selama daya tahan tubuh prima, anda tak perlu khawatir tertular virus flu burung. Daya tahan tubuh bisa dijaga dengan cara antara lain:
  1. Menerapkan gaya hifup sehat: makan teratur, istirahat cukup, rutin olah raga.
  2. Rutin mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C, vitamin E, dan zinc.
  3. Manfaatkan buah-buahan yang mempunyai anti-oksidan tinggi seperti: blimbing, jeruk, dan jambu biji.
  4. Rajin mencuci tangan dengan sabun.

Jika terserang flu
  1. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan-makanan bergizi, suplemen vitamin, dan menambah waktu istirahat.
  2. Obat flu yang dijual bebas hanya meringankan gejala flu, bukan untuk membunuh virus.
  3. Jika tidak membaik dalam dua hari, periksalah ke dokter untuk menemukan penyakit lain yang menyertainya.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments