Kecanduan Game Bisa Akibatkan Gangguan Jiwa


efek buruk kecanduan game
efek buruk kecanduan game
Teknologi dimasa kini bagaikan pisau bermata dua Game misalnya,. Disatu pihak, bisa digunakan untuk refreshing saat mengalami kejenuhan. Tapi disisi lain, penggunaan game yang berlebihan bisa menyebabkan kecanduan, sama dengan kecanduan minuman keras dan narkoba.

Saat ini 7 anak ditangani psikiater dirumah sakit jiwa, disebutkan Suzy Yusna Dewi psikiater dari Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan bahwa Dimas bukan nama sebenarnya) ketika dibawa kerumah sakit kondisinya sangat menyedihkan.

Badanya kurus, tanganya gemetaran dan merancau meminta game PS-nya untuk dikembalikan kepadanya.

Dari cerita orang tuanya diketahui kalau sejak kecil ia hobi main game PS-nya, setelah satu-dua tahun prestasinya mulai menurun. Orang tuanya mengaku sudah menyita PS-nya, tapi dia main diluar rumah sepulang sekolah sampai malam hari.

Karena prestasinya turun drastis dan kerap dipanggil pihak sekolah, orang tuanya mulai mengetahui kalau ia juga sering bolos sekolah.

Perlu atruan tegas dan diskusi
Bagaimanapun, anak yang sampai mengalami gangguan kejiwaan bisa dipastikan karena orang tua terlambat mengetahui tingkat ketergantungan anak pada permainan tersebut. Jika sudah begitu, orang tua akan panik dan akan menarik game secepatnya. "Itu tidak akan berhasil, karena anak akan kecewa karena tidak ada pengalihan yang menyenangkan" kata Suzy.

Menurutnya, orang tua harus memberikan aturan tegas tentang waktu sedini mungkin, maksimal satu jam perhari. Alokasi waktu ini cukup karena anak sudah bersekolah dari pagi sampai siang, setelah itu ada waktu untuk bermain, mengerjakam tugas, dan berkumpul dengan keluarga.

Orang tua, dalam hal ini ibu mempunyai peranan penting sebagai role model yang ideal, fasiltator sekaligus guru agar bisa mengontrol kegiatan anak. Menyayangi anak bukan berarti selalu memberikan apa yang anak minta.

Orang tua khususnya ibu yang paling mengerti kebutuhan anak. Dengan keputusan dan peraturan yang tepat, maka keseimbangan psikologis anak lebih terjamin.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments