Herbal untuk mengobati Insomnia

Secara medis imsomnia dipicu oleh banyak hal, diantaranya adalah masalah psikis, tapi secara fisik disebabkan oleh penyakit, atau kekurangan mineral tertentu. Untuk mengatasinya, ada dua jenis herbal yang bisa digunakan. Pertama, herbal yang mempunyai sifat sedatif atau hipnoptis, herbal jenis ini sifatnya menenangkan. Penderita insomnia yang dipicu masalah psikis sehingga sering merasa gelisah bisa diobati dengan herbal sedatif. Dalam TCM, herbal jenis ini biasanya bekerja melalui meridian jantung, karena orang yang psikisnya terganggu biasanya meridian jantungnya terganggu.
Herbal alami untuk mengobati insomnia

Yang kedua adalah herbal yang mengandung mineral tertentu seperti kalium, seng, dan zat besi. Orang yang sulit tidur karena sindrom pra menstruasi atau anemia, pada umumnya disebabkan tubuhnya kekurangan mineral. Herbal yang lebih berurusan dengan penyebab fisik bekerja melalui meridian hati.

Agar efektif, pemicu utama penyebab insomnia harus diobati dulu.Jika pemicu utama sudah diobati dan penderita masih sulit tidur, berarti gangguan insomnia sudah cukup kronis. Dalam keadaan ini herbal bisa diandalkan. Herbal untuk anemia tidak boleh digunakan sembarangan, apalagi yang mempunyai sifat sedatif. Jika digunakan terus menerus dalam jangka panjang, herbal sedatif bisa menimbulkan ketergantungan. Sedangkan herbal yang mengandung mineral bisa mengganggu fungsi organ.

Selain masalah psikis dan kekurangan mineral, masih ada penyebab lain yang tidak diketahui, tetapi bisa diobati dengan beberapa herbal. Meskipun baru data empiris, tapi kalau aman digunakan secara turun temurun rasanya boleh-boleh saja digunakan. Mungkin memang ada substansi tertentu yang benar bermanfaat tapi belum ada pembuktian ilmiahnya. Berikut ini herbal untuk insomnia.

Peppermint (Mentha piperita)
Meskipun lebih terkenal sebagai formula untuk menyegarkan tubuh, tetapi cukup banyak orang yang menggunakan daun mint untuk ditambahkan dalam secangkir teh. Tujuanya untuk mengatasi insomnia yang disebabkan sakit kepala karena hipertensi. Menurut buku The Natural Pharmacy, unsur volatile yaitu sejenis minyak yang terkandung dalam daun mint mempunyai khasiat untuk relaksasi otot dan mengurangi tekanan darah tinggi, sehingga cukup efektif mengatasi insomnia yang disebabkan oleh hipertensi. Efek samping dari daun mint adalah menimbulkan panas dan gangguan pencernaan pada penderita gangguan hati, radang batu empedu atau panas hati, oleh karena itu tidak disarankan mengkonsumsi daun mint secara berlebihan.
Cara menggunakan : Sebagai teh, 5 gram daun mint kering diseduh dalam 250 ml air.

Pala (Myristica fragrans)
Jangan heran kalau anda mengantuk setelah makan sup yang takaran palanya cukup banyak. Dalam biji pala terdapat senyawa myristicin yang bersifat merangsang tidur. Selain biji pala, bunga pala juga dapat digunakan untuk mengatasi insomnia dengan cara menyeduhnya seperti teh. Senyawa aromatik myristicin, elicimin dan safrole yang terdapat dalam biji dan bunga pala dapat merangsang halusinasi. Oleh sebab itu, biji atau bunga pala sebaiknya dikonsumsi kurang dari 5 gram per hari. Atau gunakan untuk pemakaian luar saja.
Cara menggunakan : 1 sdt bubuk biji pala dicampur dengan 1 atau 2 tetes air lalu oleskan ke kening sebelum tidur.

Adas (Foeniculum vulgare)
Data empiris menyebutkan bahwa sebagian besar orang Jawa menggunakan adas untuk mengobati insomnia. Padahal jika dihubungkan secara deuretik, adas lebih tepat untuk mengobati nyeri dan masalah pencernaan. Para dokter menyimpulkan bahwa adas mengobati insomnia secara tidak langsung. Mungkin saja karena pencernaan lancar atau rasa nyeri dalam sekujur tubuh hilang, maka dengan mudah akan tertidur dengan lelap.
Cara menggunakan : 5 gram bubuk pala disedu dengan air hangat lalu diminum.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments