Masalah gangguan Tiroid

Lebih dari dua puluh juta penduduk dunia memiliki beberapa jenis penyakit gangguan tiroid. Pelajari cara mendeteksi tiroid yang terlalu aktif atau yang berkinerja buruk dan bagaimana cara mendukung dengan langkah-langkah diet dan gaya hidup sehat yang tepat.
Gangguan tiroid

Tentang tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan dua hormon yaitu T3 dan T4 yang berfungsi untuk membantu mengatur pertumbuhan dan metabolisme. Hormon tiroid mengatur tingkat metabolisme semua sel, proses pertumbuan sel, diferensiasi jaringan, dan fungsi reproduksi. Hipertiroidisme menunjukan tiroid yang terlalu aktif dengan gejala seperti kecemasan, jantung berdebar-debar, rambut rontok, penurunan berat badan dan sulit tidur. Sedangkan hypothyroidism adalah tiroid lamban, dengan gejala mudah kelelahan, depresi, detak jantung lambat, mudah lupa, dan tidak kuat pada cuaca dingin.

Salah satu tantangan utama dari perawatan hipotiroid adalah bahwa hal itu sangat sulit untuk mendiagnosa bahwa kebanyakan orang tidak pernah mendapatkan konfirmasi medis yang tepat dari kondisi mereka, dan dengan demikian tidak segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mengobatinya. Masalah dengan pengujian adalah bahwa kisaran referensi terlalu luas untuk masalah gangguan tiroid.

Hypothyroidisme adalah yang paling banyak di derita oleh manusia sekitar 90% dibanding dengan hipertiroidisme. Gangguan ini memproduksi antibodi terhadap jaringan tiroid yang menyebabkan perlahan-lahan menghancurkan dan menurunkan kadar hormon tiroid. Gangguan autoimun ini disebut hashimoto, dan itu adalah gangguan yang paling umum di derita manusia.

Sangat penting untuk mengobati sistem kekebalan tubuh untuk mengembalikan fungsi tiroid yang tepat. Artikel ini berfokus pada pendekatan untuk mengatasi sistem kekebalan tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara membuang pemicu autoimun yang dapat memicu gluten, yodium, stres, dan usus bocor, serta infeksi.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dilakukan dengan mengembalikan fungsi-fungsi sel T regulator yang dipengaruhi oleh tingkat vitamin D, bakteri usus yang cukup, serta menghindari stres. Konsumsilah sumber makanan yang kaya akan omega-3 untuk mengembalikan fungsi-fungsi sel T regulator.

Vitamin D tidak hanya membantu mengatur fungsi sistem kekebalan tubuh, tetapi juga telah terbukti mengurangi gangguan tiroid autoimun. Vitamin D hanya melengkapi karena banyak kondisi kesehatan yang merupakan akar dari gangguan autoimun, seperti usus bocor, peradangan, kadar kolesterol tinggi, dan obesitas. Semua itu mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap dan memanfaatkan vitamin D.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments