Tips menghadapi anak autis


Tips menghadapi anak autis ini adalah ringkasan yang dipetik dari ahli dibidangnya selama satu dasawarsa.  Orang tua harus bersikap bijak untuk menghadapi anak, berikut ini adalah langkahnya.
Anak autis
Menerima keadaan anak apa adanya
Ada lima tahapan yang akan dilalui para orang tua ketika anak divonis autis ataupun mengalami cidera otak.

  1. Orangtua akan menyangkal berita itu.
  2. Orangtua akan marah jika anak disebut abnormal atau autis.
  3. Orangtua akan melunak dan mengakui jika anak memang berbeda
  4. Orangtua akan tertekan atau depresi setelah menyaksikan tiap hari bertingkah berbeda.
  5. Orangtua akan menerima keadaan anak apa adanya, meski tidak seperti yang diharapkan.

Kelima tahapan ini akan berlangsung lama, tapi ada juga yang sesaat. Semakin cepat akan semakin baik tentunya, karena sebagai orangtua harus bisa melakukan segala hal yang dibutuhkan anak. Tapi biasanya tidak mudah melewati lima tahapan diatas. Kombinasi rasa kecewa, geram, gundah, dan putus asa ini hanya akan menghambat proses pertumbuhan anak.

Mendidik anak sendiri
Kondisi anak akan membaik jika orangtua menerima keadaan anak apa adanya. Banyak yang perlu kita ketahui dan kita pelajari tentang keanehan yang melekat pada anak autis, lakukan secara bertahap dan berurutan. Setelah orangtua mengetahui keadaan anak, tahap selanjutnya adalah melakukan upaya penyembuhan anak, termasuk konsultasi pada ahlinya yaitu dokter. Pahami sebisa mungkin pemikiran yang mendasari diagnosa dan prognosa yang dikemukakan oleh dokter. Cari tahu juga dari pasien dokter tersebut untuk sharing mendidik anak secara tepat. Gunakan common sense untuk menilai apakah saran dan tips yang kita dapat dari hasil sharing bisa berguna untuk anak kita.

Kenali anak lebih mendalam
Luangkan waktu sebanyak mungkin untuk anak, sehingga kita bisa memahami indera mana yang menyiksa hidup mereka (mata yang tidak bisa fokus, telinga yang terlalu peka atau lebaliknya, kulit yang tidak nyaman bila bersentuhan, dan lain sebagainya). Kenali juga bagian tubuh yang kaku dan dingin dibandingkan bagian sekujur tubuh lainya.

Perilaku aneh anak autis sering diakibatkan oleh sensory input yang terlampau banyak atau sebaliknya. Reaksi anak bisa hyper atau hypo terhadap sensory input tersebut. Karenanya kita perlu menata ulang tempat mereka berada demi kenyamanan anak, terlebih anak dalam keadaan tentrum atau marah. Identifikasikan suara atau gerak atau apapun yang bisa menyebabkan anak uring-uringan atau frustasi.

Jauhkan benda-benda yang bisa membahayakan mereka (kaca atau barang pecah belah, atau benda lain yang membahayakan anak). Sebagai gantinya, sediakan barang barang yang mereka butuhkan yang bisa menyalurkan keinginan atau hobinya. Temani mereka bermain dan ajaklah untuk berolahraga yang ringan, dengan cara ini akan melancarkan aliran darah mereka.

Menyusun strategi dan program bersama
Kekompakan suami-istri sangat sangat penting dalam mengarungi bahtera kehidupan dengan anak autis yang sarat dengan rintangan dan tantangan. Awali dengan pemahaman yang sama dan searah tentang "what to do" untuk memulihkan kondisi anak kita, sehingga disusun program dan anggaran bulanan. Proses ini memakan waktu yang tidak singkat karena rangkaian kendala yang membatasi ruang gerak orang tua.

Permasalahan yang ada ditubuh anak sangatlah rumit. Biosistem yang ada di tubuh anak kita sudah kacau dan kusut, serta rentan. Anak autis tersiksa dan tersandera oleh tubuh mereka sendiri. Ada baiknya kita tidak berharap menyembuhkan anak autis secara cepat. Ini adalah proses jangka panjang yang perlu dilalui dengan sabar oleh orangtua.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments