Cara mengobati asma dan bronchitis


Cara mengobati asma dan bronchitis. Hasil studi dari Find Spice menunjukan ekstrak kunyit efektif mengobati penyakit asma dan bronchitis. Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis saluran pernafasan yang mempengaruhi orang dewasa dan anak-anak. Kurkumin, pigmen yang memberi warka kuning keemasan pada kunyit, telah dijadikan varietas dalam farmalogi dan secara luas diakui karena kemampuanya untuk menghambat peradangan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektifitas dan keamanan kurkumin sebagai obat terapi untuk asma dan bronchitis. Para peneliti merekrut 77 partisipan untuk penelitian mereka. Partisipan ini dibagi menjadi dua kelompok "A" dan "B". Grup A menerima pengobatan khas asma, grup B menerima pengobatan khas asma yang ditambahkan kurkumin 500mg dalam kapsul dua kali sehari.

Parameter yang digunakan untuk mengevaluasi temuan penilaian klinis yang sulit atau sesak nafas, batuk-batuk dan gejala nokturnal. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapsul kurkumin membantu meningkatkan obstruksi saluran pernafasan. Selain itu, ada peningkatan yang signifikan dalam parameter darah dan tidak adanya efek samping, ini berarti kunyit sangat aman digunakan dalam pengobatan.

Sebuah studi lebih lanjut dengan subyek yang lebih besar dan dosis yang dimodifikasi kini diperlukan untuk menyelidiki efek dari kurkumin pada kontrol gejala. Penelitian terhadap kekuatan penyembuhan kunyit terhadap asma telah berlangsung sejak ahir tahun 1990-an. Ketika ditemukan bahwa minyak atsiri kunyit mampu menghapus dahak, batuk, dan asma, sejak saat itu banyak penyelidikan telah mendokumentasikan hal yang sama tentang pengobatan asma dan bronchitis.

Dalam studi lain yang dipublikasikan pada oktober tahun ini, penggunaan antar-nasal kurkumin mencegah akumulasi sel-sel inflamasi disaluran pernafasan, perubahan struktural, dan remodeling terkait dengan asma kronis. Kunyit adalah anti inflamasi kuat yang mengandung hidrokortison, fenibutatazon, dan motrin. Zat ini secara efektif meredakan radang usus,  penyakit Crohn, ulcerative colitis, rematik, dan penyakit alzheimer. Penelitian terbaru juga menunjukan sebagai pengobatan pankreas dan perlindungan hati.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments