Tren Kecantikan Yang Membahayakan Kesehatan

Tren kecantikan yang membahayakan kesehatan. Sepanjang sejarah, pria wanita telah melakukan inovasi untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan demi kepuasan batin, termasuk tren kecantikan. Untuk terlihat lebih baik, kadang-kadang mereka melakukan sesuatu yang sebenarnya sangat membahayakan kesehatan. Berikut tren kecantikan yang membahayakan kesehatan.



1. Tanning
Meskipun resiko kesehatan yang serius terkait dengan tanning, banyak orang, terutama remaja nekat melakukan gaya ini. Tanning bed dan sunlamps memancarkan sinar radiasi ultraviolet (UV) yang dapat merusak kulit. Hal ini dapat menyebabkan penuaan kulit dini, kulit terbakar, kerusakan mata, dan kanker kulit.

Selain itu, sering terpapar sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kecanduan tanning. Sebuah penelitian pada tahun 2010 di jurnal Clinical and Experimental Dermatology menemukan bahwa perempuan dan orang-orang yang mulai tanning di usia remaja lebih rentan untuk mengembangkan keinginan kompulsif untuk tanning.

2. Kepang dan tenun
Melakukan kepang atau menenun mungkin berkontribusi untuk kerontokan rambut permanen, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Archive of Dermatology. Jenis rambut rontok, yang disebut pusat alopecia cicatricial sentrifugal terjadi pada mahkota dan dapat menyebar keseluruh kulit kepala.

Para peneliti menyurvei sebanyak 326 wanita tentang keluarga mereka dan rekam medis, dan kebiasaan perawatan rambut mereka. Kemudian melakukan pemeriksaan kulit kepala mereka, hasil penelitian menunjukan bahwa hampir 60% wanita yang melakukan kepang mengalami tanda-tanda kerusakan rambut lebih cepat.

3. Tato
Jumlah tato seseorang sangat terkait dengan penyakit hepatitis C, sebuah studi menunjukan sebuah jarum yang digunakan untuk membuat tato akan terkontiminasi dengan darah yang terinfeksi. Hepatitis C disebabkan oleh virus yang menyerang dan menyebabkan kerusakan hati. Hal ini akan menyebabkan sirosis, kegagalan jaringan hati, dan kanker hati.

Orang-orang yang melakukan pada kulit tubuh mereka rentan terhadap infeksi kulit, pembengkakan kulit, dan rasa nyeri. Selain itu, pewarna tato yang berwarna merah, hijau, kuning, dan biru dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, seperti gatal dilokasi tato.

4. Botox
Suntikan botok dengan cepat memperbaiki keriput kulit wajah. Botok adalah obat toksin botulinum tipe A, melemaskan otot selama beberapa bulan. Toksin ini diproduksi oleh Clostridium botulinum, bakteri yang menyebabkan botulism, penyakit yang jarang namun berakibat sangat serius. Meskipun suntikan botox aman, efek samping dan komplikasi dapat terjadi, termasuk rasa sakit dan memar ditempat suntikan, sakit kepala, mual, dan kelemahan otot sementara.

Pada tahun 2009, US Food and Drug Administration menyetujui botox untuk penggunaan kosmetik, tetapi dengan label peringatan yang menyatakan resiko toksin menyebar ke area tubuh lain yang menyebabkan gejala mirip dengan botulisme, termasuk kesulitan menelan dan bernafas, bahkan kematian.

5. Lensa kontak pelebar mata
Lensa kontak yang membuat mata anda terlihat lebih besar dapat menyebabkan masalah pengllihatan yang serius, resiko cedera mata yang signifikan, dan bahkan kebutaan ketika mereka membeli lensa kontak tanpa resep yang valid atau bantuan dari ahli mata profesional.

6. Krim pemutih kulit
Beberapa produk kosmetik, termasuk krim pemutih kulit mengandung kadar merkuri yang tinggi. Tingginya kadar merkuri juga sering ditemukan pada sabun, lotion, dan anti penuaan. Paparan merkuri dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Hal ini dapat merusak ginjal dan sistem saraf, mengganggu perkembangan otak pada anak-anak, bahkan ketika masih dalam kandungan

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments