Virus Herpes Zoster Bisa Merusak Saraf

Radang kulit yang disertai rasa nyeri, pegal, dan panas bisa jadi gejala herpes zoster. Penyakit yang oleh masyarakat desa di Jawa dinamakan dompo ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa merusak saraf secara permanen. Gejala radang kulit berupa strip tipis berwarna merah biasanya timbul di dada sampai leher. Lama-kelamaan radang kulit yang disertai bintik merah itu menyebar ke leher bagian belakang hingga merambah ke kepala.

Akibatnya, tubuh terasa nyeri dan pegal serta panas luar biasa. Penyakit kulit ini di awali dengan cacar air. Setelah seorang menderita cacar air, virus penyebabnya adalah Varicella zoster akan menetap dalam kondisi dorman atau tidak aktif. Suatu saat ketika badan mengalami penurunan imunitas, virus tersebut akan aktif kembali dan menyebar melalui saraf tepi kulit. Kondisi ini bisa menimbulkan penyakit herpes zoster.

Virus tersebut bakal berkembang pada kulit dan membentuk bintik-bintik merah berisi cairan yang menggelembung pada daerah kulit yang dilaluinya. Penyakit ini cenderung pada usia lanjut yang sistem kekebalan tubuhnya menurun. Luka akibat penyakit ini bisa disembuhkan dalam waktu kurang lebih 10 hari.

Penyembuhan penyakit ini harus dilakukan oleh dokter spesial yang terkait seperti dokter spesialis kulit dan dokter spesialis saraf. Nyeri pada saraf diakibatkan oleh adanya lepuhan dan bentolan pada kulit. Akibatnya, saraf tepi mengalami kerusakan. Butuh proses lama untuk pembentukan kembali saraf yang rusak melalui suntikan atau berobat jalan sesuai tingkatan penyakitnya. Bahkan, penyembuhan bisa mencapai 6 bulan, tergantung ketertiban pasien untuk berobat.

Sebanyak 50% sembuh dalam waktu 50 hari dan 90% sembuh 6 bulan sejak muncul rasa nyeri. Semakin tua, semakin menurun sistem imunitas kekebalan tubuhnya, sehingga butuh waktu yang lebih lama untuk menyembuhkanya. Cara terbaik untuk mencegah penyakit tersebut adalah selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan serta menjaga sistem imunitas tubuh. Baca juga Makanan terbaik untuk sistem imunitas.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments