Resiko Penekanan Kolesterol


resiko penekanan kolesterol
Resiko penekanan kolesterol secara berlebihan. Banyak orang salah kaprah dan kebablasan menyalahkan kolesterol sebagai sumber berbagai macam penyakit terutama serangan jantung dan stroke.

Sebenarnya tidak semudah itu,  kolesterol adalah dari lemak tubuh yang sangat berharga, tanpa kolesterol kita tidak akan bisa hidup. Transport hormon dan zat kimia yang dibutuhkan tubuh baik untuk proses tumbuh kembang hingga kecerdasan berpikir dilakukan oleh kolesterol.

Kolesterol menjadi musuh besar orang awam, salah satunya adalah akibat pengetahuan yang salah yang disebarluaskan oleh mereka yang memproduksi obat-obatan penekan kolesterol. Sayangnya mereka tidak memberikan pendidikan yang sebenarnya dan fakta yang ada tentang kolesterol, darimana asalnya dan bagaimana kita mengaturnya.

Menekan gejala tubuh tanpa memahami sebab musabab tubuh bereaksi adalah tindakan yang sangat salah. Tubuh bertindak dengan menunjukan tanda tanda yang nyeremin (tensi naik, kolesterol naik, gula darah naik, termasuk berat badan naik) pasti ada sebabnya!  Justru tanda tanda awal ini merupakan peringatan keras bagi kita untuk bersahabat dengan tubuh, sebelum timbul gejala yang lebih parah dan lebih menyulitkan (sesak nafas, penimbunan cairan/ bengkak bengkak ditempat tertentu, kerusakan pembuluh darah, dll).

Gagal jantung seperti yang dialami banyak orang saat ini bisa jadi karena salah penanganan pada awalnya. Banyak orang lupa, mengonsumsi obat penurun kolesterol tidak menjamin hilangnya resiko terkena penyakit lain, bahkan pemakaian obat obat golongan statin membuka peluang terjadinya gagal jantung.

Semua golongan statin drugs menyebabkan penekanan pada CoQ10 (konzem Q10) yang diproduksi setiap sel tubuh manusia, yang tujuanya untuk menghasilkan tenaga. Sel tubuh yang paling banyak bergantung pada ketersediaan tenaga adalah sel jantung, yang tanpa kompromi harus berdetak setiap waktu untuk memompa darah, mensuplai sel tubuh yang butuh oksigen. Akibat CoQ10 dihambat produksinya oleh obat penurun kolesterol, maka sel jantung akan berkompensasi ( tidak secara langsung).

Caranya? Berusaha memperbanyak sel selnya dan berusaha memperbesar kapasitasnya sebagai kompensasi juga. Tapi apa daya, CoQ10 tetap anjlok akibat pemakaian obat penurun kolesterol sehingga berakibat resiko baru gagal jantung. Jantung sudah terlanjur membesardan bengkak, tapi tidak punya cukup kemampuan untuk berdenyut penuh (hanya bergetar tidak efisien).

Timbunan cairan jantung itulah yang menyebabkan sesak nafas dan Nampak payah. Ajaran lama yang menunjukan kolesterol total dalam darah merupakan tanda umum risiko penyakit jantung-kardiovaskuler sudah using dan tidak akurat. Kenyataanya konsumsi kolesterol (Levy.T.E Optimal Nutrition for Optimal Health) selama 90 tahun terakhir relative tidak berubah namun penyakit kardiovaskuler meroket.

Factor yang sangat dekat dengan penyakit ini adalah konsumsi gula, lemak yang tidak baik, tambahan racikan makanan (food addictives), dan trans-fat. Kenyataanya tubuh mampu membuat keseimbangan sendiri apabila manusia mengonsumsi makanan segar, kaya gizi, bebas racun, kaya serat.

Kolesterol tinggi memang bukan untuk dipertahankan, namun koreksilah pola makanan dan gaya hidup. Kolesterol rendah justru dihubungkan dengan meningkatnya kanker. Program penurunan kolesterol semena mena dengan obat tanpa di imbangi dengan pengaturan pola makan dan gaya hidup menyebabkan menurunya transport vitamin E dan karoten, sebagaimana kolesterol berfungsi sebagai alat transport mineral vitamin sebagai antioksidan yang dibutuhkan tiap sel untuk menangkap radikal bebas sebagai hasil metabolism dan  polusi.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments