Musik Bisa Memacu Kecersasan Otak Anak


Musik Bisa Memacu Kecersasan Otak Anak
Mengapa musik bisa memacu kecerdasan otak anak? Diungkapkan oleh pakar Neurosains Terapan , dr Anne Gracia, sejak manusia masih didalam kandungan, panca indra yang pertama kali berfungsi adalah pendengaran. Detak jantung ibu merangsang otak anak aktif sejak dalam kandungan.

"Telinga adalah area yang luar biasa, karena dia melewati beberapa proses. Udara bisa diubah menjadi getaran di gendang telinga, dan kemudian menjadi cairan, dan proses itu dapat menstimulasi otak. Bila anak merespons saat mendengar suara, itu adalah awal dari kecerdasan," ungkap dr Anne pada jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/7).

Dilanjutkannya, otak anak akan mengalami perkembangan optimal pada empat tahun pertama kehidupannya, untuk itu, seluruh sistem sensorik anak, termasuk sistem sensorik auditori pada pendengaran, perlu mendapat stimulasi yang cukup dan tepat.

"Musik merupakan salah satu stimulasi untuk mempercepat perkembangan otak bayi, karena musik dapat memengaruhi kapasitas belajar otak, meningkatkan ukuran pendengaran, dan korteks motorik," imbuh dr Anne.

Menurutnya, musik merangsang banyak sekali area pada otak, bahkan dapat merangsang sampai area terdalam, hingga belahan otak. Dengan begitu, semua area otak dari otak kanan dan kiri akan terstimulasi.

"Sebaiknya dari usia kandungan tiga atau empat bulan janin sudah dikenalkan dengan musik. Atau bisa juga sejak awal kehamilan diketahui," tandasnya.

Senada dengan dr Anne, komposer musik Indonesia, Dian HP, mengatakan, nada dan ritme pada musik adalah dua hal penting dalam kecerdasan anak. Ritme atau ketukan pada sebuah lagu merupakan refleksi dari keteraturan dan mengarah ke disiplin.

"Sedangkan, keselarasan dapat ditemukan pada nada. Jadi, musik mengajarkan keteraturan dan keselarasan untuk anak," kata Dian.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments