Jam kerja panjang picu kanker dan serangan jantung


Jam kerja panjang picu kanker dan serangan jantung
Ohio. Jam kerja panjang bagi wanita nantinya harus dibayar sangat mahal berupa penyakit mematikan, yaitu penyakit serangan jantung dan kanker. hasil studi ini diterbitkan oleh Ohio State University.

Seminggu kerja dengan rata-rata 60 jam atau lebih selama tiga dekade menunjukkan tiga kali lipat pada risiko diabetes, kanker, gangguan jantung, dan arthritis bagi wanita, menurut penelitian mereka, seperti dikutip dari Eureka Alert, Kamis (16/6/2016).

Risiko mulai tampak ketika wanita masuk dalam waktu jam kerja lebih dari 40 jam dan menampakkan hal yang lebih buruk di atas 50 jam, menurut yang ditemukan para peneliti.

"Wanita - terutama yang harus berperan ganda - merasakan efek pengalaman kerja yang intensif dan yang dapat memunculkan berbagai penyakit dan kecacatan," kata Allard Dembe, profesor manajemen pelayanan kesehatan dan kebijakan dan peneliti utama pada studi yang diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine.

"Orang-orang kebanyakan tidak berpikir tentang bagaimana pengalaman awal kerja mereka memengaruhi perjalanannya," katanya.

"Wanita berusia 20-an, 30-an, dan 40-an membuat diri mereka sendiri mendapat masalah di kemudian hari."

Sementara, pria dengan jadwal kerja yang berat tampak jauh lebih baik, menurut para peneliti, yang menganalisis data dari wawancara dengan hampir 7.500 orang yang merupakan bagian dari National Longitudinal Survey of youth.

Pengusaha dan regulator pemerintah harus menyadari risiko, terutama bagi wanita yang harus secara teratur bekerja keras lebih dari 40 jam kerja sepekan, menurut Dembe. Dembe menegaskan perusahaan akan mendapatkan keuntungan dalam hal kualitas kerja dan biaya medis ketika para pekerja mereka lebih sehat.

Para peneliti menganalisis hubungan antara penyakit serius dan jam kerja selama 32 tahun.

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments